Lampung Timur – Ketua PKH Desa Selerejo Kecamatan Batanghari Diduga Persulit Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Cairkan dana BPNT hingga Lakukan Pemotongan. Tepatnya di Dusun Gentongan dan Dusun Suka Makmur, pasalnya kartu ATM mereka di tahan oleh oknum ketua PKH Desa setempat.

KPM juga menceritakan ada pemotongan dana sebesar Rp30.000/ anggota tiap kali pencairan.

“30 ribu itu kegunaannya 20 ribu untuk uang kas, kalo yang 10 ribu untuk ketua beli pulsa udah berjalan selama 1 tahun,” ujar narasumber yang tak mau identitas nya disebutkan.

Terpisah narasumber yang kedua juga menceritakan dan menjelaskan, ada pemotongan setiap kali bantuan cair yaitu sebesar Rp20.000/anggota.”ya memang ada pemotongan sebesar 20 ribu pak uang itu untuk uang pulsa pak”. Ujarnya.

Saat media mendatangi kediaman Puji Yati ketua PKH, yang bersangkutan tidak ada dirumah. ” pergi dari tadi pagi belum pulang mas”. Kata suaminya.

Sementara masih di desa yang sama, tepatnya di dusun I (gentongan) Oknum PKH kedua yang bernama Maryati tidak memperbolehkan untuk menarik BPNT di E-warong.

“Gak boleh narik bpnt kalo ga di suruh bu maryati dulu, kalo pkh di tarik 20 ribu,” kata narasumber dusun I.

Kepada media Maryati mengatakan, “jadi kemarin itu masih ada konflik sama wati, seluruh kpm minta wati e-warong sama suplayer diganti. Saya kan ketua PKH pak jadi KPM itukan anggota pkh saya juga saya ada wewenang,” kata dia.

Saat ditanya terkait penarikan PKH, maryati membenarkan pemotongan 20 ribu untuk transport (uang lelah) dan foto copy (atk).

“Kita foto copy juga butuh duit, untuk pemotongan 20 ribu iya untuk uang lelah saya dan sisanya untuk uang kas anggota. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here